12 Metode Pembelajaran Sekolah Islam Maryam Muraith 2019

maryammuraith – Ada beberapa metode dalam pembelajaran dari sekolah islam maryam muraith semoga dapat berman faat untuk diajarkan kepada siswa, berikut ini

1. Ceramah/Kuliah

Merupakan sebuah metode penyampaian materi dengan memberikan informasi dan pengetahuan secara lisan kepada siswa. Metode ini umumnya sering dilakukan dominan pada kegiatan orientasi siswa baru, sehingga kadang membuat siswa baru menjadi malas, mengantuk atau bosan dengan materi-materi yang disampaikan. Jadi, kegiatan ini tidak hanya didominasi dengan ceramah, namun dilakukan dengan 11 metode lainnya untuk mencapai tujuan yang diinginkan oleh sekolah islam maryam muraith.

2. Praktek/Praktikum

Adalah metode pembelajar dengan cara memperagakan suatu kejadian, baik berupa barang, aturan dan urutan melakukan suatu kegiatan, secara langsung maupun melalui media pengajaran yang lebih relevan dengan pokok pembahasan atau pola materi yang sedang disiapkan. Kegiatan praktek ini dilakukan secara spesifik mungkin, untuk memperkenalkan kepada siswa baru mengenai kompetensi dan mata pelajaran yang diberikan pada program pembelajaran, sehingga siswa baru sudah mendapatkan gambaran tentang mata pelajaran yang akan mereka ambil pada saat masa selanjutnya.

3. Role Play and Simulation

Merupakan metode pembelajaran yang diarahkan upaya pemecahan masalah-masalah yang berkaitan dengan hubungan antarmanusia (interpersonal relationship). Dengan melakukan metode ini, kemampuan yang bisa diperoleh peserta adalah apresiasi, analogi/imajinasi, hasil, empati, kreativitas, pengalaman dan terampil.

4. Small Group Discussion

Merupakan salah satu metode pembelajaran yang secara aktif dilakukan oleh siswa, untuk memberikan dalam kelompok-kelompok kecil yang terdiri dari 5-10 orang untuk mendiskusikan sebuah materi pembelajaran. Materi diskusi yang disajikan harus spesifik mungkin mengenai permasalahan umum dalam bidang keilmuan program studi. Adapun kemampuan yang bisa diperoleh peserta dengan menggunakan metode ini adalah dengan kemampuan komunikasi, leadership, kerjasama, saling menghargai serta hasilnya.

5. Discovery Learning

Merupakan metode pembelajaran berorientasi pada proses dan membimbing diri sendiri. Dengan kata lain, metode pembelajaran ini merupakan sebuah proses studi individual di mana seseorang dihadapkan pada suatu permasalahan dan dibiarkan menemukan sendiri cara memecahkannya. Kemanapun yang diperoleh siswa dengan metode ini adalah apresiasi, kreatif, inovasi, analitis, dan inisiatif.

6. Case Study/Presentation

Metode ini memusatkan diri secara intensif pada satu obyek tertentu yang mempelajari suatu kasus. Pada metode ini siswa diberikan suatu kasus yang berkaitan dengan bidang ilmu dalam materi, kemudian peserta diminta untuk mempresentasikan hasil dari hasilnya mengenai pemecahan kasus yang diberikan.

7. Project Based Learning

Merupakan proses belajar yang sistematis, yang melibatkan peserta dalam mempelajari ilmu pengetahuan dan keterampilan melalui proses pencarian/penggalian inguiry yang panjang dan terstruktur. Kemampuan yang bisa didapatkan oleh peserta adalah tanggung jawab, inovasi, kreatif, komunikasi dan aktualisasi.

8. Self Directed Learning

Merupakan kegiatan yang dilakukan atas inisiatif individu sendiri, termasuk perencanaan, pelaksanaan dan pengalaman belajar yang telah dijalani. Panitia bertindak sebagai fasilitator dengan memberi arahan, bimbingan dan konfirmasi terhadap kemajuan yang diperoleh oleh peserta. Dengan metode ini kemampuan yang diperoleh peserta adalah adanya apresiasi, analogi/imajinasi, empati, kreativitas, pengalaman dan terampil.

9. Collaborative Learning

Merupakan metode di mana seseorang individu berpikir secara mandiri/sendiri untuk membuat makna pribadi, kemudian menguji hasil pemikirannya dalam dialog dengan teman yang lain supaya membangun pengertian yang dapat didiskusikan kepada semua siswa. Dalam metode ini lebih ditekankan adanya kerjasama, partisipasi anggota kelompok, tukar-menukar tentang pendapat, tanya jawab, berbagi pengalaman, bekerjasama dalam suatu tugas, memupuk rasa empati mahasiswa, sehingga pengalaman dan pengetahuan siswa meningkat karena berbagai pendapat perbedaan dan keunikan mereka yang dapat menjadi stimulasi bagi siswa lain untuk berkarya, berfantasi, berkreasi dan berimajinasi untuk mendapatkan sesuatu yang baik, baru dan unik bagi dirinya.

10. Cooperative Learning

Merupakan dengan metode diskusi kelompok yang dibuatkan oleh para guru untuk memecahkan suatu masalah/kasus/mengerjakan suatu tugas. Kelompok ini terdiri dari beberapa orang siswa yang mempunyai kemampuan akademik yang berbeda-beda ragam. Siswa bukan hanya belajar dan menerima apa yang disajikan oleh fasilitator, melainkan bisa juga belajar dari siswa lainnya dan sekaligus memberikan pembelajaran dengan peserta lain.

11. Problem Based Learning

Merupakan suatu metode pembelajaran yang melibatkan siswa untuk memecahkan suatu permasalahan melalui tahap-tahap metode ilmiah sehingga siswa dapat mempelajari pengetahuan yang berhubungan dengan masalah tersebut sekaligus memiliki keterampilan untuk memecahkan masalah yang banyak.

12. Contextual Instruction

Merupakan metode pembelajaran yang lebih menekankan lagi pada keterkaitan antara materi pembelajaran dengan dunia kehidupan nyata, sehingga siswa mampu menghubungkan dan menerapkan kempotensi hasil belajar dalam kehidupan sehari-hari.